Kepala Dinas Kependudukan & Catatan Sipil Pemko Gunung Sitoli dan Kabupaten Nias.

Seminggu di Pulau Nias, melakukan asessment Pelayanan Publik di 4 Dinas yang menjadi target program Fitra Sumatera Utara bersama Ombusdman RI Perwakilan Sumatera Utara dengan di support oleh USAID-CEGAH kami berada di Pemerintah Kabupaten Nias dan Pemko Gunung Sitoli.

Dokumentasi Resmi FITRA SUMUT #tag #admin

Ada hal yang menarik perhatian dan membuat kebanggaan tersendiri bagiku seorang ibu dan perempuan, yaitu ketika bertemu dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil disana, bagaimana tidak bangga?! karena Dinas yang super sibuk ini dikomandani oleh perempuan-perempuan tangguh yang luar biasa.

Ditengah minimnya infrastruktur masyarakat yang berada disana, administrasi kependudukan adalah hal yang merepotkan dan biasanya masyarakat cenderung malas tertib administrasi sebelum waktunya mendesak 🙁

Bilamana sudah sangat mendesak para Kadis pun diburu bagai peluru, ngantri seperti ular, kemudian menggerutu atau malah kadangkala menuduh, hal tersebut bagi dua orang perempuan ini adalah hal yang biasa mereka hadapi setiap hari, pantang pulang sebelum antrian terakhir pulang begitu kata Ibu Kadis Benardine Telaumbanua Kadis Dukcapil Pemko Gunung Sitoli; “biarlah orang lain berkata apa diluaran sana, tapi saya tegaskan tidak ada jasa percaloan/perantara disini, semua diurus oleh orang yang namanya ada didalam KK, sebagaimana kita semua ketahui bahwa KK, KTP, Akta kelahiran adalah dokumen pribadi yang diluar keluarga tidak ada yang boleh tau, mengapa? karena biasanya Perbankan selalu menjadikan nama ibu kandung sebagai salah satu kunci identitas untuk buka rekening, blokir rekening, atau pembaharuan rekening, maka masyarakat harus mengurus sendiri administrasi kependudukannya, dan biasanya saya akan meminta mereka melengkapi semua data keluarga yang tercantum didalam KK yang diurus, misalnya Akte Kelahiran, Akta Perkawinan, Surat kematian atau apapun yang belum lengkap dalam dokumen yang bersangkutan, mengapa??
karena biasanya masyarakat tidak akan mengurus dokumen-dokumen penting tersebut apabila sedang tidak butuh untuk mendaftar sekolah, untuk melamar pekerjaan atau menikah, sepuluh tahun lagi pun mereka belum tentu datang mengurus administrasi tersebut, oleh karena itu mumpung mereka sedang mengurus identitas dan administrasi kependudukan, saya akan paksa mereka melengkapi yang lainnya, dan saya sudah terbiasa diprotes warga, ini demi tertib administrasi mereka sendiri”.

Begitu pula dengan Kadis Dukcapil Kab. Nias Ibu Martahani D. Matondang, SH, beliau menyatakan : “bahwa saat ini Kabupaten Nias telah memiliki program PELITA DEWA “Pelayanan Sekali Datang Dengan WhatsApp” kami mempermudah layanan dengan program ini, suatu hari saya berharap bahwa layanan kependudukan akan semakin mudah, dengan aplikasi whatsapp ini masyarakat tinggal melengkapi data dan dokumen akan segera kami antar, itu harapan saya, walaupun beberapa kali saya ditegur oleh oknum anggota DPRD kabupaten Nias ini, bahwa kami mempersulit pengurusan administrasi kependudukan masyarakat, padahal beberapakali kami terpaksa harus memprioritaskan kerabat atau konstituen oknum anggota DPRD, yang pada akhirnya ini akan memotong antrian masyarakat lain yg sudah lama mengantri, satu hal lagi yang memang sangat berpengaruh di Kabupaten Nias adalah sulitnya jaringan internet untuk kelancaran kepengurusan KTP elektronik, hingga saat ini saja sudah 3 hari kami mengalami gangguan”

Perempuan-perempuan hebat ini ada diPulau Nias sana, Pulau yang sangat jauh dari Ibukota Provinsi Sumatera Utara, ditempuh dengan perjalanan yang cukup panjang, namun mereka tetap penuh dedikasi dan penuh semangat, tetap cantik dan menjadi ibu yang luar biasa, semoga ditengah minimnya jumlah Kepala Dinas Perempuan di Negeri ini, ketelitian dan “kecerewetan” perempuan mampu menangani “keruwetan administrasi kependudukan”.

Salam Transparansi!!

You May Also Like

About the Author: staff IT